Cara Memilih Reel Pancing Spinning Lengkap

cara memilih reel pancing

Apakah Anda sedang bingung bagaimana cara memilih reel pancing yang benar? jika iya, mari simak cara memilih reel pancing berikut ini.

Banyak faktor yang harus diperhatikan saat memilih reel, jangan sampai salah beli kemudian kecewa karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan ekspektasi Anda.

Berikut ini Beberapa Faktor yang Perlu Anda perhitungkan Saat Memilih Reel Pancing.

Baca Juga : Umpan Ikan Mas Liar dan Galatama

Material Reel Pancing

Material reel pancing merupakan salah satu faktor yang utama dalam memilih reel.

Bahan material yang perlu dipertimbangkan seperti pada bagian body, side plate,main gear, main shaft, ball bearing, rotor, spool dan beberapa bagian lainnya seperti penjelasan dibawah ini.

Body Reel Pancing

Body merupakan bagian konstruksi bangun utama dari reel. Tidak jarang saya temui pada bagian body yang menghubungkan pada joran patah saat mendapat beban.

Terlepas dari salah setting drag atau gaya mancing yang kurang tepat, pemilihan body reel pancing yang baik dapat meminimalisir kerusakan fatal yang tidak kita inginkan.

Pada body reel tersedia berbagai bahan material, beberapa merek menawarkan keunggulannya masing masing dengan menggunakan istilah tersendiri.

Body Reel Metal

Body reel berbahan metal aluminium sangatlah kuat, bahan metal aluminium pada body didesain untuk siap menahan beban besar.

Biasanya body reel berbahan aluminium disematkan pada reel berukuran medium – heavy, meski sekarang banyak reel kecil dengan ukuran 1000 dan 1500 yang menggunakan bahan aluminium body seperti Penn battle dan daiwa BG.

Baca ulasan saya tentang Daiwa BG di Review Reel Daiwa BG SW.

Pada reel Shimano yang menerapkan body metal seperti Saragosa, Twinpower dan Stella.

Baca ulasan saya tentang saragosa di Review Reel Shimano Saragosa SW.

Selain Shimano, pabrikan Amerika Serikat yaitu penn juga menggunakan metal pada body, salah satu produk populer dari Penn yang menggunakan material metal adalah Penn Batlle & Spinvisher.

Sedangkan pada Daiwa mempunyai produk andalannya, Daiwa BG.

Reel berbahan metal bukan tidak memiliki kekurangan, dan kekurangan tersebut ada pada berat. Untuk ukuran 6000 (ukuran standar Shimano) memiliki berat sekitar lebih dari 400gr.

Body Reel Carbon

Sangat ringan, body reel berbahan carbon menjadikan reel sangat ringan. Untuk kekuatan memang dibawah metal, tetapi reel berbahan serat karbon biasa ada pada reel dengan ukuran kecil sampai medium.

Pada Shimano reel berbahan carbon ada pada Stradic CI4+, Soare CI4+ dan Vanquish. Sedangkan pada Daiwa ada pada tipe Ballistic LT dan seri diatasnya.

Baca ulasan Stradic CI4+ di Review Reel Shimano Stradic CI4+.

Graphite Body

Sedangkan bahan Graphite biasa ada pada reel low-end. Keunggulan bahan ini adalah harganya yang relatif murah namun untuk kekuatan masih dibawah aluminium.

Untuk berat graphite masih dibawah aluminium dan lebih berat dari carbon. Tidak jarang seri low end berbahan graphite goyang tidak stabil saat menggulung reel.

Namun goyangan tidak stabil juga bisa disebabkan karena bengkoknya mainshaft atau tidak presisinya mekanisme bagian dalam reel.

Pada shimano, body reel berbahan graphite ada pada sienna, alivio dan beberapa seri diatasnya. Pada daiwa ada seri low endnya seperti crossfire dan beberapa seri diatasnya.

Material Main Gear

Main Gear atau Drive Gear adalah gear utama sebagai penggerak keseluruhan mekanisme dari reel itu sendiri. Main gear yang mendistribusikan power dari ayunan tangan ke pionion gear dan bagian lain.

Material yang kurang bagus pada main gear dapat menyebabkan main gear cepat aus bahkan pecah, terlebih jika Anda menggunakan reel tidak semestinya.

Main Gear Metal

Bahan metal aluminium menjadikan gear lebih tahan gesekan dan lebih tahan terhadap tekanan beban.

Terlebih jika digunakan untuk fast jigging, maka saran saya gunakan reel yang menggunakan bahan aluminium pada gear.

Selain itu, bahan Aluminium pada gear juga lebih ringan dari gear yang berbahan Zinc cor.

Beberapa pabrikan juga menawarkan berbagai campuran metal yang di claim tidak hanya aluminium biasa, seperti Shimano Stella sw yang nenggunakan bahan duralumin pada gear.

Reel yang menggunakan material metal aluminium pada gear saya temukan ada pada Shimano Sedona, Sahara dan seri diatasnya.

Pada Penn ada pada Spinvisher dan seri keatas, sedangkan pada Daiwa ada pada seri Ballistic LT versi internasional(versi jdm berbeda) dan seri diatasnya.

Ciri main gear yang menggunakan material aluminium adalah penampang yang mengkilap atau ada coating (hagane pada shimano) dan tanpa ada bekas cetakan seperti pada zinc cor.

Main Gear Zinc cor

Zinc atau aluminium magnesium cor, memiliki harga yang lebih ekonomis daripada metal aluminium.

Untuk kekuatan, bahan zinc cor jauh dibawah aluminium(cutting atau cold forging), selain itu bahan zinc cor juga lebih berat daripada aluminium.

Jika main gear reel Anda berbahan zinc cor tidak disarankan untuk fast jigging atau beban load yang terlalu besar bertumpu pada main gear.

Terlepas dari human error, sering saya temui main gear berbahan zinc cor aus dan pada beberapa tipe reel yang menerapkan zinc cor dengan penampang gear tipis mengalami pecah pada pada penampang gear.

Ciri main gear berbahan aluminium magnesium atau zinc cor adalah gear berwarna keabu abuan kusam dan ada bulatan dibawah penampang gear bekas cetakan.

Alumium Pot Main Gear

Bahan main gear aluminium pot biasa ada pada reel seri low end dengan brand yang tidak terlalu dikenal.

Kualitas aluminium pot ini dibawah zinc cor, dan mudah aus. Ciri main gear yang menggunakan aluminium pot adalah warna yang putih kusam seperti uang koin seratus rupiah dan membekas jika digores dengan kuku.

Material pada Rotor

Bahan pada rotor tidak bisa dianggap remeh. Sebelum tekanan beban dari benang didistribusikan pada body, rotorlah yang menahan beban tersebut.

Karena hal tersebut dalam memilih reel pancing, material dan kekuatan rotor juga perlu dipertimbangkan.

Rotor yang berkualitas adalah rotor yang solid dan tidak mudah bengkok apalagi patah. Terutama jika reel mempunyai drag yang besar yang dapat membebani rotor.

Metal Rotor

Bahan metal pada rotor tentunya lebih kuat daripada graphite atau karbon.

Rotor berbahan metal didesain untuk tahan terhadap tekanan beban yang tinggi terutama saat fight melawan ikan dengan kekuatan 2 – 4 kali dari kekuatan max drag.

Aluminium rotor biasa disematkan pada reel flagship kelas medium – heavy. Pada shimano rotor metal aluminium ada pada Saragosa (20000 dan 25000), TwinPower dan Shimano Stella SW.

Kekurangan dari bahan metal pada rotor adalah berat.

Sedangkan pada kelas High End dari Daiwa menggunakan material zaion pada rotor.

Zaion merupakan istilah yang diberikan oleh daiwa untuk bahan serat carbon pada rotor. Zaion diclaim oleh Daiwa tidak kalah kuat dibandingkan dengan metal alumiunium.

keunggulan dari zaion adalah bobot yang lebih ringan daripada metal.

Rotor Carbon

Bahan carbon pada rotor menjadikan rotor sangat ringan, sehingga memudahkan kita saat casting dan tidak cepat lelah.

Karbon pada rotor juga menjadikan putaran rotor lebih halus.

Pada Shimano menerapkan material karbon rotor untuk seri light – medium, seperti Stradic CI4+, Soare CI4+ dan Vanquish. Shimano memberi istilah karbon pada rotor dengan istilah MagnumLite Rotor, sedangkan pada Daiwa menggunakan istilah Zaion.

Rotor Graphite

Bahan Graphite tidak sekuat Alumunium dan tidak seringan karbon. Tetapi jika untuk rotor tidak terlalu vital.

Reel yang menggunakan material graphite pada rotor biasa ada pada kelas low-end sampai medium-end. Pada Shimano dibawah TwinPower (kecuali saragosa 20000 dan 25000) menggunakan material graphite pada rotor.

Material Mainshaft

Mainshaft menempati posisi yang vital pada reel spinning, bisa dikatakan mainshaft adalah tulang punggung dari reel.

Selain fungsi mainshaft untuk mekanisme maju mundur dari spool, mainshaft juga menahan tekanan yang kuat.

Tidak sedikit kasus mainshaft yang lemah atau penggunaan yang tidak tepat menyebabkan mainshaft bengkok.

Stainless Steel Mainshaft

Stainless steel merupakan salah satu material yang kuat untuk menahan beban, selain itu stainless steel juga lebih tahan korosi daripada aluminium.

Sebagian besar reel yang beredar sudah memakai stainless steel pada mainshaft tetapi ukurannya yang kecil sehingga tidak cukup kuat dalam menahan beban.

Jadi saat memilih reel pancing, meski mainshaft sudah menggunakan bahan stainless steel pilihlah reel pancing dengan ukuran mainshaft yang sedikit lebih besar.

Material Ball Bearing

Sering saya mendengar opini bahwa semakin banyak bearing maka reel semaking bagus. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar.

Fungsi bearing pada reel adalah untuk meminimaslisir gesekan, sehingga putaran lebih halus.

Tetapi penilaian bukan hanya dari jumlah saja tapi material dari bearing juga perlu dipertimbangkan.

Material bearing yang kurang baik dapat menyebabkan bearing cepat kasar dan mudah korosi.

Stainless Steel Bearing

Bearing berbahan stainless steel menjadikan bearing kuat meski mendapat tekanan yang tinggi.

Selain itu bahan stainless steel juga lebih tahan terhadap korosi daripada bearing metal atau baja biasa.

Keramik Bearing

Belum saya temukan reel dari manufaktur yang menggunakan bahan keramik pada bearing. Keramik bearing biasa dijual terpisah untuk modifikasi reel baitcasting atau spinning.

Keunggulan dari keramik bearing adalah bobotnya yg lebih ringan sehingga putaran reel menjadi lebih ringan.

Pada reel baitcasting, keramik bearing sering digunakan pada bagian spool untuk menambah rpm sehingga memudahkan saat melakukan long cast.

Kekurangan dari keramik bearing adalah tidak sekuat bearing berbahan stainless steel atau baja dan harganya yang relatif lebih mahal.

Bearing Metal Besi / Baja

Bearing metal atau baja sering ditemukan pada reel low end. Keunggulan bearing ini kuat menahan beban besar tetapi sangat rentan terhadap korosi.

Aluminium Spool

Untuk yang satu ini tidak perlu terlalu khawatir, karena sebagian besar reel low-end sudah menggunakan material aluminium cutting cnc pada spool.

Material One way bearing

One way bearing mempunyai fungsi agar reel tetap berputar satu arah. One way bearing yang bagus menggunakan material stainless steel pada bola pipih dan penampang atas penutupnya.

Teknologi Reel

Selain material teknologi pada reel juga harus jadi perhatian saat memilih reel pancing.

Beberapa pabrikan juga menawarkan berbagai fitur pada reel untuk kemudahan dan durability reel pancing.

Berikut ini beberapa teknologi yang menurut saya harus ada dalam memilih reel.

Screw in Handle / Power Handle

Screw in Handle atau biasa biasa disebut dengan power handle merupakan teknologi yang menggunakan sistem screw handle terkunci langsung pada main gear. Yang berarti tidak lagi menggunakan sistem screw knob sebagai pengencang pada sisi berlawanan dengan handle.

Keunggulan power handle atau screw in handle adalah handle terkunci kuat pada main gear, sehingga meminimalisir handle kendor dengan sendirinya yang dapat menyebabkan tidak presisinya antara main gear dengan pinion.

Posisi main gear dengan pinion sudah didesain sangat presisi, jika main gear goyang dapat menyebabkan kerusakan pada main gear atau pinion gear.

Seal pada Reel

Reel yang baik terlebih jika untuk memancing di laut (saltwater) tentunya teknologi seal ini sangat penting. Seal berfungsi untuk mencegah air mudah masuk pada bagian vital seperti one way bearing, main gear, pinion dan bagian mekanisme penting lainnya.

Pada reel khususnya untuk air laut, minimal terdapat seal pada drag knob agar air laut tidak musah masuk pada area drag.

Tapi lebih bagus lagi jika seal terdapat pada area lainnya seperti rotor, body dan handle. Tetapi untuk mendapatkan fitur seal lengkap perlu membayar dengan harga lebih.

Seperti Shimano Saragosa dimana seal terdapat pada rotor, body dan handle.

Pada daiwa kelas mid end – high end pada area one way bearing menggunakan magseal, yaitu teknologi seal berupa cairan.

Dengan adanya teknologi seal yang baik dapat memudahkan Anda dalam merawat reel.

Sambungan Pada Bail Arm

Sambungan pada bailarm juga harus rapi atau sama sekali tidak memiliki sambungan atau pada Shimano dinamakan dengan one piece bail arm.

Jika sambungan pada bail arm tidak rapi dapat menyebabkan benang tersangkut pada sambungan saat melakukan casting.

Shieded Ball Bearing

Bearing berbahan stainless steel saja tidak cukup. Untuk lebih tahan terhadap korosi pilihlah reel yang menggunakan fitur shielded ball bearing yaitu bearing yang tertutup pada kedua sisinya. Dengan penutup pada kedua sisi bearing dapat mengurangi atau menimialisir air yang masuk kedalam mekanisme bearing.

Ukuran Reel Pancing

Dalam memilih reel pancing juga harus perhatikan ukuran reel dengan spot dan target mancing kita. Karena akan sangat tidak nyaman jika menggunakan reel ukuran 20000 untuk mancing di sungai kecil.

Untuk memancing ringan pada kolam, sungai atau danau dengan kedalaman 10 – 15 meter cukup gunakan reel dengan ukuran 1000 sampai 2500.

Kedalaman 15 – 40 meter air tawar ataupun di laut dengan target ikan ukuran sedang bisa gunakan ukuran 3000 sampai 5000.

Baca Juga : Umpan Ikan Lele

Sedangkan kedalaman 40 – 60 meter bisa menggunakan reel ukuran 5000 sampai 8000.

Tinggal sesuaikan saja dengan kedalaman dan ikan target, tidak terlalu baku. Jika target ikan Anda adalah ikan besar dan mempunyai tenaga yang kuat, Anda bisa menggunakan reel yang lebih besar agar tidak kehabisan benang didalam spool.

Memilih Rasio Reel Pancing

Rasio adalah perbandingan putaran handle dengan putara rotor. Dalam memilih rasio juga ditentukan kenyamanan dan teknik mancing Anda.

Perkembangan zaman membawa beragam inovasi pada peranti ril pancing yang menghadirkan tiga varian gear ratio, ada Power Gear (PG), High Gear (HG) dan Extra Gear (XG).

Ketiganya punya fungsi masing-masing. Jenis PG termasuk dalam jenis rasio ukuran rendah, biasanya berukuran 4,8 kali putaran dalam satu kali gulung. Putarannya yang lambat menjadikan ril ini mampu memaksimalkan pergerakan umpan (khususnya metal jig) dan menopang beban berat saat berjibaku dengan perlawanan ikan, sehingga lebih efisien digunakan pada pengaplikasian vertical jigging.

Sedangkan HG, lebih tepat digunakan untuk pengaplikasian umpan-umpan horizontal (casting, dsb). Sebab putaran ril yang lebih besar dengan rasio rata-rata 5.7:1 dibutuhkan untuk membantu memaksimalkan action terlihat lebih hidup sehingga menggoda predator.

Seri terakhir adalah XG yang lebih sering digunakan untuk teknik casting dan popping yang membutuhkan kecepatan menggulung senar. Penyematan rasio 6,1:1 bertujuan agar senar selalu dalam keadaan kencang yang memudahkan retrieve. Hanya sekali hentakan joran dibarengi satu putaran ril, ril XG dengan mudah memaksimalkan action cepat lure khususnya popper.

Sederhananya, rasio rendah berarti untuk kekuatan menarik beban (ikan), sementara rasio tinggi berarti kecepatan menggulung senar. Jadi, makin besar angka pertama di gear ratio maka makin cepat spool menggulung senar dan sebaliknya.

Dan tips terakhir dalam memilih reel pancing adalah menyesuaikan dengan budget Anda. Pilihlah reel yang sesuai dengan kantong dan selera Anda.

Baca Juga : Daftar Senar Pancing Kecil dan Kuat

Sekian artikel cara memilih reel pancing kali ini, jika Anda mempunyai pertanyaan atau masukan silahkan balas dengan meninggalkan komentar pada kolom dibawah ini.

Baca Juga : Daftar Reel Pancing Terbaik

Tinggalkan balasan